Mahasiswa STHB Gelar Bina Desa di Neglasari

Mahasiswa STHB Gelar Bina Desa di Neglasari

Pembukaan Bina Desa bagi Mahasiswa STHB di Desa Neglasari Kec Ibun Kab. Bandung

KNJ -  Sekelompok Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB) mengadakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Neglasari Kec. Ibun selama 10 hari. Pembukaan dihadiri oleh lembaga desa, BPD, para Ketua RW, Puskesos, KIM, dan perangkat desa.

Bapak Asep SH. MH selaku Dosen pembimbing mengatakan, perguruan tinggi STHB tidak ada kegiatan seperti dari Universitas lain KKN, tapi mereka juga di tuntut untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.

"Ini pun mereka yang menyusun dan merencanakan, semoga bapak ibu sekalian bisa menerima kehadiran mereka disini," katanya.

Beliau menjelaskan, para Mahasiswa ini akan mengadakan berbagai kegiatan, seperti penyuluhan mengenai UU Perkawinan, UU desa, UU Pertahanan, dan kegiatan lain yang telah disusun oleh mahasiswa, dimeriahkan dengan berbagai perlombaan diakhiri dengan tabligh akbar,"tukasnya.

Kepala Desa Neglasari Kec. Ibun Bapak Ujang Wahyudinmenyatakan, pihaknya menyambut baik, seraya mengucapkan selamat datang kepada Dosen pembimbing juga para mahasiswa yang akan melakukan kegiatan di wilayanya.

Meski Ia mengakui bahwa pengetahuan masalah hukum di Neglasari masih minoritos, sebab masyarakatnya kebanyakan buruh tani, sehingga perlu adanya penyuluhan tentang hukum.

"Saya selaku kades merasa terbantu dengan adanya mahasiswa STHB, yang akan melakukan penyuluhan melalui pengabdian kepada masyarakat. Dan perangkat desa juga harus diberikan penyuluhan agar paham," pintanya.

Lanjut Kades, dan mohon maaf apabila dalam penerimaan kurang berkenna di hati, pada intinya kami pemdes beserta lembaga sangat menyambut baik dan mengapresiasi," ujarnya.

Sementara Camat Ibun Ajat Sudrajat yang diwakili oleh sKasi Sosbud Enday Suwarjo S.Pd. M.Mi menyampaikan, desa Neglasari merupakan desa paling ujung dan masuk desa tertinggal. Dengan luas wilayah 2.740 ha, jumlah penduduk 5419, diakui masih buta hukum.

Nanti setelah ade-ade mahasiswa berkeliling pasti akan dapat banyak pertanyaan dari warga, baik hukum pertanahan, maupun soal hukum perkawinan. selain itu, mahasiswa harus memberikan penyuluhan Hukum kepada anak remaja terutama yang Sekolah SMA.

Saya nitip kepada anak-anak hukum, di sebelah kantor desa baru terlihat ada gunung namanya Gunung rajet, itu ancur. "Nah ternyata dulunya gunung rajet itu namanya gunung gelis. Tapi sekarang dikarenakan rusak parah jadi disebutrajet," kata Enday.

Kalau kita lihat secara kajian hukum berarti itu ada kesalahan, ini jadi bagian ade-ade untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. Ibun juga saat ini dijadikan daerah wisata yang telah dihubungkan dengan Ibun punya Icon "cukang monteng", sasak koneng," pungkas Endai sekaligus mengakhiri dengan meuka Kgiatan Bna Dea 2020, di Aula Kantor Desa Neglasari, Senin (20/01/2020).

Post Terkait

Tinggalkan Komentar