PELAJAR SMAM 6 KERTASARI UJIAN SEKOLAH DIRUMAHSAJA

PELAJAR SMAM 6 KERTASARI UJIAN SEKOLAH DIRUMAHSAJA

Siswa-siswi SMAM 6 Kertasari sedang melaksanakan ujian di rumah

Penulis : Farhan Fadlurahman Fathoni (Siswa SMA Muhammadiyah 6 Kertasari)

Ujian sekolah merupakan sebuah tahapan akhir yang harus dilalui oleh siswa kelas XII pada jenjang pendidikan menengah. Keikutsertaan dalam pelaksanaan ujian sekolah menjadi salah satu syarat sekaligus penentu terhadap kelulusan siswa tersebut. Kondisi aktual yang terjadi khususnya di Indonesia telah mematahkan berbagai macam garis normal aktifitas kehidupan tidak terkecuali pada dunia pendidikan yang disebabkan oleh makhluk berukuran nano bernama Novel Coronavirus (COVID-19). Dengan adanya hal tersebut, maka Physical Distancing sebagai salah satu alternatif cara untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) dari orang ke orang pun diterapkan, dan tentu saja pendidikan sebagai salah satu wahana tempat bertemu dan berkumpulnya banyak orang menjadi sasaran kebijakan pemerintah dalam menerapkan Physical Distancing yang berdampak terhadap pelaksanaan belajar mengajar yang dilakukan secara daring.

Penerapan kebijakan Physical Distancingpada dunia pendidikan ternyata waktunya bertepatan dengan pelaksanaan ujian sekolah di SMA Muhammadiyah 6 Kertasari sehingga terjadi penundaan kegiatan, namun pada akhirnya dapat terlaksana dengan menerapkan metode secara daring.

Sehubungan dengan pelaksanaan ujian sekolah berbasis daring, tidak mematahkan semangat para pelajar dalam menghadapi ujian sekolah ini. Adapun inisiatif yang dilakukan oleh pihak sekolah, yakni mengintruksikan kepada seluruh pelajar kelas XII yang akan melaksanakan ujian sekolah dirumah dengan harus tetap mengenakan seragam agar kedisiplinan pelajar tidak hilang melainkan tetap terjaga dan tertanam didalam jiwa.

SMA Muhammadiyah 6 kertasari melaksanakan ujian sekolah dimulai pada tanggal 6 april 2020 sampai dengan 16 april 2020 dengan catatan pada hari jumat dan sabtu diliburkan.

Dengan dilaksanakannya USBD (Ujian Sekolah Berbasis Daring) yang mengharuskan siswa siswinya mengenakan seragam, hal tersebut merupakan suatu inisiatif yang sangat diapresiasi oleh siswa kelas XII karena dengan mengenakan seragam,maka secara tidak langsung kita dapat mengingat kembali terhadap suasana, aktifitas, dan kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah serta sebagai bentuk dari penerapan pendidikan karakter.

Banyak hal yang tidak dapat dikemukakan mengenai ujian sekolah berbasis daring ini, walau begitu adanya, namun seluruh pengawas dan panitia ujian sekolah tetap memantau dan mengawasi kami semua yang sedang berjuang dirumah dari kejauhan dengan selalu aktif berkomunikasi dengan memanfaatkan media yang ada.

Tak sedikit guru yang selalu menyemangati siswa siswi kelas XII diantaranya pak Saepul Komar yang mengatakan “Namun, kalian tak menjalaninya sendirian. Berjuta siswa seperti kalian di belahan Indonesia yang lain atau bahkan di belahan bumi yang lain mengalami hal yang sama. Jadi, jangan jadikan hal ini sebagai sebuah alasan untuk menumpahkan rengekan atau mencari sekedar pelampiasan. Tapi jadikan momen ini sebagai bukti bahwa kalian adalah kumpulan siswa yang tahan dengan tempaan dan fleksibel/berterima/bertawakal dengan keadaan bagaimanapun.”

Dipost Oleh Cibeureum

Post Terkait