SOSIALISASI PROMOSI DAN KIE CEGAH STUNTING MELALUI 1000 HPK DI DESA CIHAWUK KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG

SOSIALISASI PROMOSI DAN KIE CEGAH STUNTING MELALUI 1000 HPK DI DESA CIHAWUK KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG

Pencegahan stunting dipedesaan dikarenakann stunting merupakan Balita pendek (stunting) merupakan keadaan tubuh yang pendek dan sangat pendek hingga melampaui defisit -2 SD dibawah median panjang atau tinggi badan. ... Stunting adalah masalah gizi utama y

Pada hari selasa tanggal 17 Desember 2019, penyelenggaraan acara sosialisasi "Promosi dan KIE Cegah Stunting Melalui 1000 HPK", yang disampaikan oleh team dari PUSKESMAS Kecamatan Kertasari.

Balita pendek (stunting) merupakan keadaan tubuh yang pendek dan sangat pendek hingga melampaui defisit -2 SD dibawah median panjang atau tinggi badan. ... Stunting adalah masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat.

Faktor-faktor Penyebab Stunting : Kognitif lemah dan psikomotorik terhambat Bukti menunjukkan anak yang tumbuh dengan stunting mengalami masalah perkembangan kognitif dan psikomotor. Jika proporsi anak yang mengalami kurang gizi, gizi buruk, dan stunting besar dalam suatu negara, maka akan berdampak pula pada proporsi kualitas sumber daya manusia yang akan dihasilkan. Artinya, besarnya masalah stunting pada anak hari ini akan berdampak pada kualitas bangsa masa depan. 2. Kesulitan menguasai sains dan berprestasi dalam olahraga Anak-anak yang tumbuh dan berkembang tidak proporsional hari ini, pada umumnya akan mempunyai kemampuan secara intelektual di bawah rata-rata dibandingkan anak yang tumbuh dengan baik. Generasi yang tumbuh dengan kemampuan kognisi dan intelektual yang kurang akan lebih sulit menguasai ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi karena kemampuan analisis yang lebih lemah. Pada saat yang sama, generasi yang tumbuh dengan kondisi kurang gizi dan mengalami stunting, tidak dapat diharapkan untuk berprestasi dalam bidang olah raga dan kemampuan fisik. Dengan demikian, proporsi kurang gizi dan stunting pada anak adalah ancaman bagi prestasi dan kualitas bangsa di masa depan dari segala sisi. 3. Lebih mudah terkena penyakit degeneratif Kondisi stunting tidak hanya berdampak langsung terhadap kualitas intelektual bangsa, tapi juga menjadi faktor tidak langsung terhadap penyakit degeneratif (penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia). Berbagai studi membuktikan bahwa anak-anak yang kurang gizi pada waktu balita, kemudian mengalami stunting, maka pada usia dewasa akan lebih mudah mengalami obesitas dan terserang diabetes melitus. Seseorang yang dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya mengalami kekurangan gizi dapat mengalami masalah pada perkembangan sistem hormonal insulin dan glukagon pada pankreas yang mengatur keseimbangan dan metabolisme glukosa. Sehingga, pada saat usia dewasa jika terjadi kelebihan intake kalori, keseimbangan gula darah lebih cepat terganggu, dan pembentukan jaringan lemak tubuh (lipogenesis) juga lebih mudah. Dengan demikian, kondisi stunting juga berperan dalam meningkatkan beban gizi ganda terhadap peningkatan penyakit kronis di masa depan. 4. Sumber daya manusia berkualitas rendah https://youtu.be/uOG-kx8oEzA

Liputan dibuat oleh : Kim Cihawuk Betah (17/12/2019)

Dipost Oleh Aang_nurjaman

Post Terkait

Tinggalkan Komentar